• SMP FK BINA MUDA CICALENGKA
  • KIPAS: Kreatif, Inovatif, Prestasi, Asri, Santun

Komunitas Belajar IPB (IPS, PJOK, BK)

Menghidupkan Diskusi Awal Kemajuan Peradaban
Oleh : Dadang Muslim, S.Pd

Di hari Selasa pukul 06.08 ada pesan Undangan pertemuan di Grup WhatApps Komunitas Belajar Dalam Sekolah “IPB” hari Rabu, 06 Maret 2024 pukul 10.00 - 11.00 tempat di Mushala Ashabul Khafi SMP FK Bina Muda hal yang akan dibicarakan Diskusi sharing metode belajar.

Pertemuan tersebut diawali dari keresahan dan kekhawatiran salah satu anggota Komunitas belajar, yaini; terindikasi ada penurunan kualitas belajar siswa, salah satu Indikator adalah ada sebagian siswa yang hanya bisa menjawab benar 5 soal dari 30 soal. Kami mengidentifikasi penurunan kualitas belajar tersebut, karena beberapa aspek yang tidak mendukung siswa dalam belajar diantaranya kondisi siswa sendiri, Metode pembelajaran, lingkungan disekitar siswa, dan sarana prasarana.

Kami buka diskusi dengan evaluasi diri terlebih dahulu, yaini; guru harus menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas agar focus penekanan pada siswa, misalnya megunakan Metode discovery siswa diberi soal dengan metode mencocokan atau menjodohkan atau metode Problem Based Learning siswa diskusi mengenai beberapa permasalahan atau juga diberikan metode PSBL yaitu siswa membuat sebuah karya….
-------------------------------------------------

Potongan resume diskusi di atas merupakan Diskusi yang dilakukan oleh salah satu Komunitas Belajar Dalam Sekolah di SMP FK Bina Muda dan Penulis merupakan salah satu peserta Komunitas Belajar tersebut, yang sangat menikmati alur pembahasan dalam diskusi tersebut, banyak ilmu baru yang bisa di adaptasi dan tiru untuk proses kegiatan belajar mengajar penulis.

Diskusi atau Musyawarah merupakan tradisi dan semangat bangsa Indonesia, hal ini tetuang dalam sila ke-4 Pancasila *kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan*. Dilihat dalam sejarah, negara Indonesia lahir dan Eksis sampai sekarang merupakan hasil dari diskusi-diskusi yang dilakukan oleh para pendiri bangsa, Diskusi para pemuda revolusi kemerdekaan yang melahirkan Sumpah Pemuda serta menghasilkan Kemerdekanan, Diskusi para tokoh BPUPKI dan PPKI yang melahirkan Piagam Jakarta sebagai ruh dari Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia, Diskusi para Ulama yang melahirkan Fatwa Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan, Diskusi anggota konstituante khususnya ide Muhammad Natsir yang dikenal dengan Mosi Integral Natsir yang melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia disingkat NKRI dan diskusi-diskusi lainnya yang melahirkan kebaikkan bagi negara.

Tentunya Diskusi atau Musyawarah merupakan bagian dari ajaran Islam, Rasulullah Saw sangat senang bermusyawarah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, RA

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ مَشُورَةً لِأَصْحَابِهِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

_"Saya tidak pernah melihat seseorang yang paling sering melakukan musyawarah selain dari Rasulullah SAW,"_ (H.R. Tirmidzi).

Rasulullah Saw tidak segan mendiskusikan masalah apapun, hal yang kecil maupun besar, urusan keluarga, sosial, ekonomi, politik dan lainnya, kecuali berhubungan Ta'abudi, karena dalam hal tersebut umat diwajibkan ketaatan samina wa athona. Rasulullah Saw sangat terbuka terhadap pendapat, tidak tersinggung apabila pendapatnya ada yang menyanggah, Responsif terhadap pendapat yang Bijaksana seperti dalam peristiwa perang Ahzab (Khadaq) yaitu peristiwa pengempungan kota madinah oleh Musyirikin Qurasyi dan pengkhianatan di dalam kota madinah dari orang-orang Yahudi yaitu Bani Nadhir. Situasinya sangat gening ssaat itu dan Rasulullah Saw melakukan Musyawarah, di dalam musyawarah tersebut sahabat yang bernama salman Al-Farisi berpendapat _“ Wahai Rasulullah, dulu jika kami, orang–orang Persia, sedang dikepung musuh , kami membuat parit di sekitar kami”_ (al-mubarakfuri : 545), Rasulullah Saw segera melaksanakan rencana tersebut dan memperoleh kemenangan.

Memperbaik pendidikan Indonesia supaya kembali kepada track-nya sebagaimana amanat UUD 1945 pasal 33 (3) : *“Pemerintahan mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia…”* perlu perjuangan panjang dan perjuangan Kolektif serta diskusi yang intens dalam arti berdasarkan ilmu yang benar, yang lahir dari Rahim ajaran Islam, bukan berdasarkan ilmu yang penuh keraguan, yang lahir dari Rahim peradaban barat (peradaban Yahudi).

Prinsip pembelajaran Kurikulum Merdeka lebih menekankan pemenuhan kebutuhan Murid (bukan pemenuh keinginan Murid), pertanyanya adalah apa yang dibutuhkan murid untuk pendidikan mereka? Mendapat rangking satu, menjadi juara pertama, menjadi pintar, bisa menjawab soal-soal ulangan atau hal-hal kecil lainnya. Tentunya perlu diskusi berkelanjutan dalam menjawab pertanyaan tersebut, akan tetapi penulis mencoba mengurai jawab, tapi bukan menjawab karena belum punya kapasitas dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Sebagaimana disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara _“tujuan pendidikan adalah menuntun semua kodrat yang ada pada anak sehingga mereka mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.”._

أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

_Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah Saw bersabda: Tiada seorang anakpun yang lahir kecuali ia dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia beragama Yahudi, Nasrani dan Majusi_ (HR. Bukhari).

Kodrat (fitrah) anak adalah dasar kebutuhan yang perlu dipenuhi segera, di setiap proses pendidikan pemenuhan terhadap fitrah anak harus menjadi prioritas utama dalam Kegiatan Belajar mengajar, materi ajar, metode pembelajar dan lainnya. Karena pemenuhan fitrah anak akan melahirkan kebahagiaan dan keselamatan. Pertanyaan selanjutnya bagaimana cara memenuhi kebutuhan fitrah anak?

Penulis akan mencoba kembali mengurai jawab tapi bukan menjawab karena belum mencukupi ilmunya. Caranya setiap proses Pendidikan harus kembali kepada track-nya sebagaimana amanat UUD 1945 pasal 33, yaitu keimanannya terjaga, ketakwaanya tercapai dan akhlak mulianya terpelihara, maka InsyaAllah kebutuhan fitrah anak akan terpenuhi. Setelah terpenuhi fitrahnya, maka apapun kondisi dan situasi belajar anak akan mendatangkan kebahagian dan keselamatan, semisal ketika anak belajar dengan sungguh-sungguh dan penuh kejujuran (Praktek akhlak mulia) tapi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, contoh tidak memperoleh peringkat kesatu, tetapi bagi anak yang memiliki fitrah yang terlatih akan menghadapinya dengan sikap kesabaran (keimanan) tidak frustasi apalagi berpikir bunuh diri, atau sebaliknya hasilnya sesuai harap meraih rangking kesatu, maka anak tersebut menyikapinya dengan penuh rasa syukur (keimanan) tidak akan sombong atau membully orang yang dibawah kepintaran dirinya.

Pernyatannya selanjutnya bagaimana menjaga keimanan, mencapai ketakwaan dan memelihara akhlak mulia? Sekali lagi penulis mencoba kembali mengurai jawab tapi bukan menjawab karena belum teruji dalam hal ini. Di dalam Islam ada namanya Akhir balig yang ditandai dengan mimpi basah untuk laki dan haid untuk perempuan, dan apabila anak belum menunjukan tanda Akhir balig sampai usia 15 tahun, maka usia 15 tahun sebagai tanda batas akhir balig. Ketika manusia sampai pada akhir balig, pahala amal shaleh dan dosanya sudah di catatan atau diminta pertanggungjawabannya di sisi Allah SWT. Jenjang sekolah di bawah 15 tahun berarti tingkat SD dan SMP, sedangkan Jenjang sekolah di atas 15 tahun berarti tingkat SMA dan Kuliah. Proses pendidikan tingkat SD dan SMP adalah menyiapkan murid untuk menghadapi akhir balig, memberikan jalan kepada mereka untuk menguasai dan memahami ilmu Fardu ‘Ain yaini membaca Qur’an dengan Tartil dan memahami bagaimana mendirikan shalat dari mulai Thaharah (bersuci) dan Shalat benar sesuai Qur'an Sunah. Kalau dalam Proses Pendidikannya tidak memenuhi kebutuhan Fitrah murid, pertanyaanya adalah apa termasuk melanggar konsitusi negara?, lebih jauhnya lagi, apa tidak berdosa kepada Allah SWT karena mengabaikan kebutuhan fitrah mereka?. Semoga murid tidak menuntut guru di akhirat kelak karena abai terhadap kebutuhan fitrah mereka.

Meraih ketakwaan, menjaga keimanan dan memelihara Akhlak mulia harus menjadi tujuan utama Pendidikan bukan hanya sebagai pelengkap semata, Penuhi kebutuhan fitrah anak dengan segala kekuatan yang dimiliki. Bersabarlah!, lakukan yang baik dengan cara baik. _Wallahu’allam_

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SOSOK TELADAN BERPANCASILA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

M. Natsir sosok teladan berpancasila dalam dunia Pendidikan Oleh : Dadang Muslim   https://id.pinterest.com/pin/189573465554095200/   “Cendikiawan Dr Yudi Latif m

26/08/2025 08:03 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 293 kali
Dawai dalam Kehidupan

Dawai dalam Kehidupan Aku ingin menyukainya, sama seperti aku menyukaimu. Karya Fanny Hanifa Muslimah, S.Pd   Aku menyukai hujan lebih dari apapun. Aku bisa betah berlama

24/04/2025 21:29 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 490 kali
Untuk Arini

Untuk Arini Aku masih mendesak Tuhan agar bisa melihat engkau kembali ke dalam rengkuhanku. Karya: Fanny Hanifa Muslimah, S.Pd   Ibu Kota, 20 Januari 2010 Untuk Ari

24/04/2025 21:10 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 655 kali
INDONESIAKU

INDONESIAKU Karya Kiera Azwa Iskandar (Siswi kelas VIII SMP FK Bina Muda) Ketika aku keluar dari rumah Pemandangan yang tidak kubayangkan munculBanyak sampah berserakan di sekit

18/04/2025 20:50 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 494 kali
Meraih Ramadhan Terindah

Meraih Ramadhan Terindah Oleh Dra. Elah Jamilah    Allah Berfirman Dalam Surat Al Baqoroh Ayat 183   Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibk

18/04/2025 20:43 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 480 kali
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Taqabbalallahu minna wa minkum, Taqabbal ya Karim Minnal Aidzin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin 1446 H   Alhamdulillah kita sudah melaksanakan ibadah shaum satu bulan p

08/04/2025 19:13 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 567 kali
PENILAIAN SUMATIF TENGAH SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 2024 - 2025

Setiap anak merupakan individu yang memiliki keunikan masing-masing. Baik itu dari segi minat, bakat, kemampuan dan kegemaran. Dalam dunia pendidikan, hal seperti itu merupakan hal yang

15/03/2025 20:33 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 650 kali
WORKSHOP PENDIDIKAN dan KOMUNITAS BELAJAR PRAKTEK BAIK SMP FK BINA MUDA TAHUN 2025

WORKSHOP PENDIDIKAN " PARENTING POSITIF" dan KOMUNITAS BELAJAR PRAKTEK BAIK "KAIFIYAT WUDLU SHOLAT" SMP FK BINA MUDA TAHUN 2025 Dengan tema "Terbentuknya Generasi Emas dalam Bing

28/02/2025 15:31 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 691 kali
Mapag Ramadhan 1446 H bersama seluruh civitas Yayasan Pendidikan dan Sosial Bina Muda

Marhaban Ya Ramadhan.. Seluruh Yayasan Pendidikan dan Sosial Bina Muda khususnya SMP FK Bina Muda telah melaksanakan "Mapag Ramadhan" dengan pemateri Dr. H. Nase Saepudin Zuhri, S.Ag,

23/02/2025 20:53 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 586 kali
Yayasan Bina Muda Cicalengka Menggelar Acara Pelantikan Kepala Sekolah serentak dari TK – SDIT – SMP FK – SMA Periode Tahun 2024-2028

Oleh: Hilmi Fauziah, S.Pd.   CICALENGKA — Yayasan Pendidikan dan Sosial Bina Muda mengadakan acara pelantikan kepala sekolah dari jenjang Taman Kanak-kanak sampai tingkat S

02/11/2024 21:19 - Oleh Humas SMP FK Bina Muda - Dilihat 1215 kali